Senin, 15 Februari 2010

Pintu Metal Detector



Pada malam kunjungan Presiden SBY ke Sarang, Pantura Pos sampai ke lokasi acara usai waktu magrib. Direncanakan SBY akan masuk lokasi kurang lebih pukul 7 malam.
Walaupun malam itu penerangan kurang memadai, masih terlihat personel keamanan dari Polisi, TNI dan sudah tentu Paspampres ada di mana-mana. Dari yang berseragam saja terlihat cukup banyak, belum lagi agen inteligen yang berbaur dengan masyarakat.
Mendekati arena acara, seumur-umur baru kali ini wartawan Pantura Pos melihat langsung pintu metal detector. Pintu seperti alumunium dan penuh lampu-lampu merah itu menjadi sangat mencolok di malam hari. Sebenarnya disamping pintu ada peringatan agar melewatkan HaPe lewat samping, namun penulis tidak melakukannya. Toh ada pintu metal detector, iseng-iseng ingin tahu apa yang terjadi.
Penulis mendekati pintu metal detector dan dibiarkan masuk, karena didada menggantung keplek dengan tanda pers. Tiba-tiba terdengarlah bunyi sirene dengan suara pelan dari pintu detector, dan lampu pijar pintu detector pun menyala lebih cepat. Barulah penulis tahu, ini pasti gara-gara HaPe. Dengan sigap seorang agen langsung meraba-raba badan penulis dari bawah ke atas sambil mengitari tongkat detector ke seluruh badan. Mungkin mencari senjata yang mencurigakan. 'Senjata' bawaan bayi satu-satunya milik penulis tidak disentuhnya. Tas kecil juga digeledah, dilihat dan digerayangi. Deg degan juga dibuatnya. Setelah dirasa aman, penulis dipersilahkan masuk.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar